Senin, 19 November 2012

Orang Miskin Dilarang Sakit


Orang Miskin Dilarang Sakit

Tema : Pelapisan Sosial Dan Kesamaan Derajat

Di jaman yang serba mahal ini, banyak sekali keluarga-keluarga yang dinilai masih berada di bawah garis kemiskinan, hal ini dikarenakan penyebaran penduduk dan lapangan pekerjaan yang tidak merata yang mengakibatkan ketidakseimbangan tingkat perekonomian antara suatu daerah dengan daerah yang lainnya, sebagai contoh untuk tingkat ekonomi di pulau jawa sangat jauh dengan tingakat ekonomi di pulau Sulawesi dan Irian Jaya. Akbiat dari tingkat perekonomian yang sangat jauh di bawah, maka berakibat pula ke tingkat kesehatan. Untuk di daerah-daerah yang masih tabu dengan yang namanya Rumah Sakit, mereka lebih memilih untuk berobat ke cara alternatif dikarenakan mereka beranggapan bahwa “untuk makan sehari-hari saja sudah susah apalagi ke rumah sakit yang harus membayar mahal, uang dari mana ?”

Namun pemerintah sudah berupaya sedikit demi sedikit mengurangi tingkat kemiskinan dan bahkan berupaya untuk membantu masyarakat miskin dan tidak mampu mulai dari pendidikan hingga kesehatan.Salah satu upaya pemerintah di bidang kesehatan yaitu membuat program Jamkesmas untuk masyarakat kurang mampu dengan menggratiskan seuluruh biaya pengobatan. Dan pemerintah pun sudah menganggarkan biaya pada APBN untuk kesehatan, hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu agar memperoleh hak yang sama yaitu hak untuk mendapatkan kesehatan dan mendapat pelayanan kesehatan yang sama.

Apabila kita lihat dari program pemerintah tersebut memang sangatlah baik, namun hal ini sangat sulit berjalan sesuai dengan rencana. Ternyata masih banyak oknum-oknum khususnya di Rumah Sakit yang seharusnya mengratiskan seluruh pengobatan, namun masih tetap dikenakan biaya ini itu. Terkadang ada “slogan” bahwa “Orang miskin tidak boleh sakit”. Memang lucu terdengarnya, namun itulah yang terjadi. Banyak RS yang sudah ditunjuk pemerintah untuk melayani masyarakat miskin, namun kenyataannya mereka menolak kedatangan orang miskin dan apabila diterima pun mereka akan dikenakan biaya pengobatan. Untuk pelayanan rawat inap pun mereka yang mempunyai Jamkesmas tidak akan memperoleh pelayanan kamar yang sesuai, mereka akan selalu disisihkan dari pasien umum yang membayar full.

Memang inilah yang telah terjadi di masyarakat, dimana selalu terjadi perbedaan dan pemisahaan walaupun itu semua sama-sama fasilitas dari pemerintah yang tujuan awalnya untuk mensejahterakan masyarakat.

Kemudian bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi masalah yang telah terjadi ? menurut saya sebagai masyarakat biasa, sebaiknya pemerintah selalu memantau pelayanan kinerja rumah sakit dan fasilitas lainnya yang telah disediakan pemerintah agar program tersebut dapat berjalan sesuai dengan tujuan awalnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar